Coin a Chance: Berbagi Koin untuk Pendidikan

Desember 19th, 2008

Semua berasal dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana saja, mengumpulkan koin yang didapat dari berbagai aktivitas. Koin-koin ini bisa didapat dari kembalian belanja atau membayar ongkos angkot. Gemerincing koin ini lalu terdengar di saku, kaleng permen hingga pojok tas kerja yang terlupakan.

Sampai suatu hari, muncullah gagasan untuk memberikan nilai tambah dari koin-koin mungil itu. Bagi Hanny dan Nia, koin-koin ini bisa berarti kesempatan. Peluang untuk meraih pendidikan yang hampir terbang, serta membantu terwujudnya cita-cita bocah yang masih di awang-awang.

Kemudian tersebutlah Coin a Chance!, sebuah gerakan sosial yang mengundang para netters untuk menyumbangkan keping-keping uang logam yang didapatkan. Koin-koin ini kemudian akan ditukarkan demi sebuah bangku sekolah, membeli buku tulis atau membayar seragam sekolah. Semua demi pendidikan yang lebih baik.

Berbagi Koin untuk Pendidikan

Melalui blog yang akan diperbarui secara berkala, duo coiners ini akan menyampaikan perkembangan terbaru dari gerakan ini. Mulai dari jadwal pengumpulan koin-koin, jumlah koin yang terkumpul, usulan pengembangan program hingga laporan pemanfaatan koin-koin ini kelak.

Usia gerakan ini memang masih sangat muda, baru hitungan hari. Namun mereka sudah menggerakkan banyak orang untuk tak hanya berdiam diri. Kita bisa bersama-sama berbagi di sini. Mulailah dengan menyediakan tempat untuk penyimpanan koin-koin ini. Bisa kaleng permen, bekas kotak disket atau toples kue bening yang manis. Lalu, mulailah mengumpulkan koin-koin. Oh ya, cari juga di tempat-tempat yang tersembunyi, bisa kantong terdalam celana jeans, sela-sela kursi atau balsem kerokan anda. Read the rest of this entry »


Berbagi Mata dan Kiat Motret

Agustus 7th, 2008

 majalah foto exposure

Mereka, para pecinta fotografi itu, (tentu eh harus) bisa memotret. Hasilnya bagus. Lalu dipertunjukkan kepada khalayak. Boleh diambil. Silakan dicetak. Gratis. Sekali terbit ada sekitar 80 foto. Selain foto memukau, ada pula tip dan trik dari fotografer.

Para fotografer meminjamkan hasil bidikan mata dan lensanya melalui web, menjadi majalah 80 halaman versi PDF siap unduh. Web itu milik majalah fotografi bulanan Exposure, terbitan komunitas fotografer.net (FN) yang berbasis di Yogyakarta. Saban edisi menjaring karya 15-an fotografer.

Jadi, inilah majalah fotografi gratis yang disebarkan melalui internet. Peminat tinggal mengunduh. Kalau mau tinggal mengemasnya jadi majalah di layanan cetak digital. Ukuran file PDF resolusi tinggi sekitar 85 MB. Ukuran sedang sekitar 47 MB. Ukuran biasa sekitar 9 MB.

Baru sekitar sebulan edisi perkenalan (nomor 00, terbit 12 Juli lalu) ditayangkan, jumlah pengunduhan sudah 8.000-an kali. PDF yang diunduh itu, menurut Farid Wahdiono, pemimpin redaksi Exposure, terbanyak justru yang hi-res. Terbanyak itu berapa persen, ia tak mengungkapkan.

farid-ilham.jpg

Read the rest of this entry »